Senin, 22 Maret 2021

Saat Seperti Ini, Wanita Bali adalah Penunjang Ekonomi Keluarga! Benar?

 

Saat Seperti Ini, Wanita Bali adalah Penunjang Ekonomi Keluarga! Benar?

Sudah setahun Bali tidak di kunjungi wisatawan, para pekerja wisata pun tak ada pemasukan. 

Mungkin judul tulisan ini sedikit menyinggung dan membuat laki-laki Bali marah. Tapi memang kenyataan dilapangan memang wanita Bali lebih (Tuyuh) pekerja keras dan tahan banting.

Bisa Anda lihat, banyak wanita Bali yang bekerja sampingan untuk menambah uang untuk rumah tangga mereka. Coba bisa kita lihat ada wanita Bali yang meburuh ngajang bias, meburuh ngajang kayu, dan jualan Banten dan busung... itu hanya contoh yang saya lihat, berat tidak?

Selain memperhatikan anak dan keluarga yang paling penting selain memasak adalah budaya Bali~ mebabten, rerainan, ngopan, ngayah. Itu memang keharusan dan masih mempunyai kerja penting ada yang jadi PNS, guru, dll.

Sedangkan Suami? 

Disini saya nggak membicarakan semua laki-laki Bali tidak baik atau bagaimana, kebanyakan hanya mempunyai 1 pekerjaan sisanya minum, bebotoh, coba kita berpikir betapa susah dan capeknya wanita kita. Apakah ini kewajiban sebagai wanita Bali?

Tidak seimbang jika bisa kita samakan. Tapi inilah Bali. Dimana wanita selalu di no duakan. Apakah benar? Jika tidak, ini hanya pikiran saya, jika lain, itu beda pemikiran.

Mari, coba kita berpikir jika tidak ada wanita dirumah, apa yang terjadi? Siapa yang ngurus anak, siapa yang mebabten, siapa yang, kebanjar bawa aban-aban? Susah tidak?

Inti dari tulisan ini, bukan menyudutkan laki-laki Bali tidak bagus,, hanya perhatikan wanita lebih, bantu dia jangan sampai dia lelah, sayangi dia, jangan sampai dia sakit, hargai dia, karena dia rela meninggalkan rumah dan keluarganya hanya untuk mengikuti suami yang dia cinta sampai akhir hanyatnya.

Ampura, jika tulisan ini tidak berkenan tapi saya sangat bahagia menulis ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar